Hidup bersama, selaras

image

image

image

Ada yang berubah, bahwa acara-acara pengajian akbar seperti ini akhirnya di pusatkan di mesjid-mesjid. Sebelumnya menjadi keberatan bila pengajian akbar dengan banyak umat dilakukan di tengah-tengah jalanan umum. Satu sisi umat membutuhkan ruang untuk melakukan ritual agamanya dengan keterbatasan kondisi yang ada, maka dahulu, dipilihlah jalanan-jalanan umum. Sisi yang lain, jalanan umum di Jakarta, sudah begitu padat. Apabila dipakai untuk fungsi lain, arus jalanan dialihkan, bisa terbayang kondisi kemacetan yang terjadi. Terjadi tarik-menarik antara kebutuhan menjalankan ritual agama dengan kebutuhan layanan umum para pemakai jalan.

Kebutuhan ruang ini menjadi tarik-menarik, dan sepertinya pemerintah kota akhirnya mengarahkan pelaksanaan ritual keagamaan, terpusat pada mesjid-mesjid, lapangan terbuka, atau gedung-gedung yang mempunyai area luas. Jalanan umum fungsinya akan tetap sebagai infrastruktur transportasi publik. Aturan menjadi landasan acuan agar keselarasan hidup bermasyarakat terjaga. Masyarakat menjalankan ritual keagamaannya dengan tenang dan khusuk, para pemakai jalan lancar perjalanannya. 

-alan

Advertisements