Hidup bersama, selaras

image

image

image

Ada yang berubah, bahwa acara-acara pengajian akbar seperti ini akhirnya di pusatkan di mesjid-mesjid. Sebelumnya menjadi keberatan bila pengajian akbar dengan banyak umat dilakukan di tengah-tengah jalanan umum. Satu sisi umat membutuhkan ruang untuk melakukan ritual agamanya dengan keterbatasan kondisi yang ada, maka dahulu, dipilihlah jalanan-jalanan umum. Sisi yang lain, jalanan umum di Jakarta, sudah begitu padat. Apabila dipakai untuk fungsi lain, arus jalanan dialihkan, bisa terbayang kondisi kemacetan yang terjadi. Terjadi tarik-menarik antara kebutuhan menjalankan ritual agama dengan kebutuhan layanan umum para pemakai jalan.

Kebutuhan ruang ini menjadi tarik-menarik, dan sepertinya pemerintah kota akhirnya mengarahkan pelaksanaan ritual keagamaan, terpusat pada mesjid-mesjid, lapangan terbuka, atau gedung-gedung yang mempunyai area luas. Jalanan umum fungsinya akan tetap sebagai infrastruktur transportasi publik. Aturan menjadi landasan acuan agar keselarasan hidup bermasyarakat terjaga. Masyarakat menjalankan ritual keagamaannya dengan tenang dan khusuk, para pemakai jalan lancar perjalanannya. 

-alan

Keluarga berkumpul, bermain

image

Foto ini aku ambil di sebuah fast food ayam goreng daerah Kemang Jakarta selatan. Suasana sangat ramai, anak-anak bergembira bermain, sedangkan orang tuanya asik makan atau memainkan hapenya. Aku sendiri, memperhatikan anakku yang memang paling suka main sluncuran. Dia berlari, main sluncuran, gelantungan di tali, senang bukan kepalang.

Tempat berkumpul dan bermain keluarga di Jakarta paling banyak adalah di mall, atau tempat makan fast food seperti ini. Tempatnya nyaman, ada fasilitas anak-anak bermain, dan tersedia makan dan minum, mencukupi buat keluarga. Ada sisi baiknya bahwa keluarga mempunyai tempat berkumpul dan bermain, yang dekat, sekaligus praktis, tak perlu banyak persiapan. Sisi yang lain, kepraktisan ini menjadi kurang apabila kita coba refleksikan bahwa tempat bermain tak perlu lekat dengan nuansa tempat jualan. Anak-anak perlu di kenalkan dengan tempat bermain di alam, atau di lingkungan sekitar untuk mengajarkan sosialisasi dengan masyarakat. Tujuan berkumpul dan bermain akhirnya lebih kepada penyegaran, tanpa harus dibatasi oleh sekat-sekat kepentingan pemilik modal sebagai sarana jualan. Ini akhirnya menjadi kebebasan tiap pribadi memilih tempat berkumpul dan bermainnya. Sesekali main ke mall, atau ke fast food terdekat. Sesekali juga main ke kebun binatang, taman kota, atau tempat kemping luar kota.

-alan

Ojek online

image

image

Perubahan begitu cepat. Dunia digital memberikan signifikasi perubahan tersebut, tanpa pernah kita bayangkan sebelumnya. Transportasi satu ini, yaitu ojek, yang tadinya terbatas melayani satu area tertentu, kini makin meluas. Tadinya hanya bisa diakses secara terbatas, pada satu area, kini bisa diakses oleh jutaan orang lewat media digital internet, online.

Tumbuh secara cepat, provider-provider ojek online hidup. Untuk bisa mengaksesnya, kita tinggal mendownload aplikasi ojek online tsb di play store android, kemudian secara otomatis terinstall. Lewat menu-menu di dalamnya, kita bisa mengorder layanan ojek tersebut. Simple, praktis, dan cepat.

Bukan hanya membawa penumpang, ojek online bisa menjadi kurir pengantar barang, sesuai order kita membelikan makanan, barang di mart-mart, bahkan menyediakan layanan utk pijat dan cleaning service rumah/kamar. Menjadi begitu beragam layanan yang ditawarkan.

Masyarakat umum mendapat banyak manfaat, bukan hanya spesifik untuk kebutuhan transportasi penumpang. Layanan kurir, pijat, cleaning service, mengangkat ekonomi kecil. Hanya perkembangan ojek online ini harus terus dipantau, sehingga faktor keamanan, kenyamanan, dan ketersediaannya akan tetap baik seterusnya. Sebagai contoh mengenai perlindungan penumpang dan barang, perlu ditambahkan asuransi, misalnya.

-alan

Busway untuk ke depan

image

image

Jakarta beberapa hari ini hujan, hampir sepanjang hari hujan turun, seakan tiada lelah terus menerus. Perjalanan dari Mangga Dua naik mobil, dan pulang melewati perempatan Kuningan-Gatot Subroto. Saat lampu merah kami berhenti, bersama beberapa mobil yang lain dan armada busway. Ke depan, armada busway ini akan menjadi salah satu tulang punggung untuk mengurai kemacetan kronis Jakarta. Ya, meskipun ada beberapa hal masih menjadi PR, seperti ketersediaan infrastruktur jalan menuju ke kota-kota satelit sekeliling Jakarta, sampai kondisi bus yang makin lama makin butut dan terkadang terbakar di jalanan.
Masyarakat Jakarta adalah masyarakat nan sabar dan penuh pengertian, apabila tidak kondisi jalanan yg begitu keras yaitu kemacetan hingga kelakuan-kelakuan tidak beretika oknum pengendara bisa memercik kondisi anarki. Untunglah hal ini, tindakan anarki, jarang aku temukan. Tetapi tetap, Jakarta butuh solusi untuk transportasi publiknya. Apabila tidak, kehidupan aman, nyaman, tertib, akan sulit kita temukan ke depan. Lalu lintas akan berhenti, dan Jakarta menuju kematian.

Harapan besar pada pemerintah sekarang, untuk segera membangun transportasi massal yg memadai, sehingga ketersediaan, keamanan, dan kenyamanan transportasi pada masyarakat Jakarta terpenuhi. Harapan tersebut harus terwujud.

-alan, 28fe16

St Carolus Salemba

image

Sudah 2 hari ini Mami dirawat di RS St Carolus akibat jatuh di rumah terpeleset setelah dari kamar mandi, sekitar jam 1 siang. Tangan di sebelah kiri patah, sehingga bonggol atas mengalami perubahan posisi dan patahan menusuk ke dalam daging. Mau tidak mau butuh operasi untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

Kemarin operasi sudah dilakukan, 26Feb2016, masuk kamar operasi jam 14.00Wib dan selesai sekitar jam 18.30Wib. Setelah operasi mengalami mual yang teramat akibat efek dari obat pembiusan. Untunglah, setelah diinject kembali obat anti maag, kondisknya membaik. Hari ini rencananya Mami sudah bisa pulang. Mungkin sorean, setelah administrasi selesai, bisa pulang.

Bersyukur bahwa Mami bisa dioperasi kemarin, tidak lebih 24jam setelah kejadian jatuhnya. Karena kemarin adalah hari sabtu, dan apabila gagal operasi bisa mundur sampai hari senin. Aku tdk membayangkan bagaimana bisa menahan rasa sakitnya.

Foto diatas adalah salah satu sudut di RS Carolus, tepat di depan kamar rawat kelas 3, Lukas 51.

-alan