Prabowo disuatu sudut

Di salah satu sudut rumah, tertempel gambar salah satu kandidat presiden Indonesia 2014-2019, Pak Prabowo Subianto. Dia gagal untuk memenuhi tujuannya sebagai presiden, akhirnya terpilih adalah Jokowi. Dari gambar tersebut terlihat bagaimana gestur tubuh Prabowo saat berorasi, menirukan founding father Soekarno. Rasa nasionalisme, kebangsaan yang berapi-api, serasa menjadi iklan pengenjot untuk menaikkan popularitasnya. Hanya finalnya beliau kalah.

F1090015

Advertisements

suka gorengan

Penjual menjajakan dagangan gorengan keliling. Gorengan yang biasanya mereka jual seperti, tahu dan tempe goreng, bala-bala/bakwan, cireng, pisang goreng, ketela goreng, dan singkong goreng. Pedagang-pedagang ini menjajakan gorengannya biasanya dgn dipikul atau memakai gerobak dorong. Keluar masuk perkampungan padat, yang pastinya semakin banyak orang yang hilir mudik di kampung tsb, dagangannya akan laris pasti. Semua orang di sini suka gorengan.

F1030004

foto depan studio

F1040023

lorong belakang Rasuna

Salah satu lorong di perkampungan padat belakang superblok Apartment Rasuna. Perkampungan padat ini berjajar dengan superblok yang menjadi hunian kelas menengah-atas, dan ini menjadi pemandangan yang banyak kita temui pada perkampungan-perkampungan padat di Jakarta. Meskipun padat, saya tidak melihat kesan kumuh di perkampungan ini. Jalan lorong sudah di padatkan dengan beton, dan rumah-rumah sudah permanen dengan bata/batako. Beberapa rumah menjadi warung makan, kost-kostan, sampai industri rumahan.

F1030007

pantai Ancol pagi hari

Pagi itu kami ke Ancol, berangkat subuh dari rumah agar sesampai di Ancol tidak terlalu siang yang akibatnya suasana akan penuh dengan pengunjung. Ya, suasana yang ramai terkadang membuat kenikmatan ini menjadi berkurang bahkan hilang sama sekali. Udara pantai memang menyegarkan, menghirupnya dalam-dalam sehingga memenuhi rongga-rongga dalam paru-paru. Bagi yang alergi di saluran pernafasan, konon udara pantai ini bisa menjadi terapi yang baik bagi penyembuhan alergi ini. Terasa memang, badan menjadi segar, dan pikiran menjadi jernih. Saat itu matahari baru muncul, melonggok dari sela-sela bangunan di pinggir pantai yang seakan menyembunyikannya.  Bagiku sendiri ini seperti moment keindahan yang tidak setiap saat dapat kita temui dan nikmati. Apalagi di kesibukkan kota yang melalaikan hal-hal subtil seperti ini. Berbahagialah diriku.

F1070002