sungai Kemayoran….terlupakan dan tersisih

Ini adalah sedikit foto2 sungai di Kemayoran. Saya ambil saat kemarin jalan di sana. Ada sebuah keinginan, yg mungkin sampai sekarang belum terlaksana secara penuh, yaitu mem-foto sungai-sungai yang berada di Jakarta. Dan mungkin kemalasanlah yg mengakibatkan project pribadi ini, sampai sekarang tidak jalan. Sebelumnya di blog ini, pernah saya upload juga untuk sungai yang berada di Pasar Minggu. Moga dengan tambahan sungai di Kemayoran ini bisa memberikan sedikit permaaf-an dari hal yang belum saya lakukan tersebut. :)

Terus terang, saya tidak pernah melakukan studi pustaka mengenai sungai2 di Jakarta. Hanya mungkin sudah di ketahui, bahwa sungai saat masa klasik, yaitu saat pemerintahan kerajaan Pasundan hingga masa VOC Belanda, memiliki arti penting. Sungai menjadi penghubung antara pesisir dan pedalaman. Arus manusia, barang dagangan dan kebutuhan lainnya, dapat tersalurkan lewat transportasi sungai ini. Hanya sekarang, media ini tidak lagi di gunakan. Jalan2 beraspal menjadi pengganti sungai, dan sungai menjadi terpinggirkan. Malah menjadi ancaman. Seperti di saat musim penghujan, air yang tidak sepenuhnya lancar menyebabkan banjir, membuat susah para warga di sekitar yg terkena luapan air ini.

Tidak hanya itu, sungai kini menjadi tempat buangan. Sampah mengambang di sepanjang sungai ini. Membuat pemandangan menjadi tidak mengenakkan, dan bau menusuk ke hidung apabila sampah tersebut membusuk. Limbah2 rumah tangga dan mungkin industri masuk ke dalam aliran sungai juga. Mengakibatkan sungai makin keruh, berwarna, dan berbau. Ikan2 dan makhluk hidup lainnya sulit hidup di dalamnya. Memprihatinkan. Butuh beberapa generasi mungkin nantinya sehingga masyarakat akan mencintai sungai. Memelihara sungai tersebut, dan menjadi aset yang sehat dan dapat di banggakan.

Sungai di Kemayoran ini di apit oleh arteri besar jalan dan perumahan padat. Di kejauhan dapat kita lihat juga, gedung2 tinggi yaitu apartment dan mall perbelanjaan. Tidak jauh pula, terdapat pasar tradisional tepat di tepinya. Begitu ramainya manusia hilir mudik baik di jalan raya, pasar, perumahan, pusat perbelanjaan. Di sekitaran daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang begitu cepat. Hanya sesaat melihat ke dalam sungai ini, seakan saya memasuki sebuah kesunyian yang dalam. Air tenang mengalir tenang menuju ke hilir, pantulan2 objek di sekitar menyembul kepermukaan air. Plastik, kertas, mengambang, hanyut. Saya lihat pantulan bayang tubuh saya dalam background warna keruh sungai. Beberapa pekerja tampak dengan rakit bambunya sedang membersihkan sampah. Memisahkan sampah mana yang masih bisa di jual di loakan. Sungai yang terlupakan dan tersisih.

-alan-

Advertisements

About urbantrain
Capturing Jakarta city-Indonesia with my analog photo. Enjoy it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: