di Mei di Jembatan Item

Ada hal di mana saya kembali dan kembali lagi ke pasar barang bekas ini. Tidak tahu mengapa, ada ketertarikkan pribadi, sebuah panggilan mungkin, sehingga pengin terus kembali dan masuk ke dalam ramai aktivitas di pasar ini. Dan memang, setiap sudut dari pasar ini, sanggup memberikan gambaran lain dari suatu pasar. Dari waktu ke waktu, kekayaan gambaran seakan terus terbaharui, mengugah kesenangan tersendiri untuk sekedar hadir, sebentar, dalam ramai bersinggungan antar manusia di sana.

Tidak ada bangunan permanen di pasar ini. Beberapa petak kios di buat dari kayu, yang tersekat-sekat antar sesama pedagang. Lainnya, hanya mengelar lapak plastik di jalanan dan menyusun barang dagangannya sehingga calon pembeli dapat melihat-lihat, dan apabila cocok bisa langsung membeli. Barang-barang elektronik bekas, baju-baju, barang seni seperti lukisan, patung, dan buku, tergelar menunggu untuk mendapatkan tawaran harga. Di sela-sela itu penjual-penjual makanan, es, dan berbagai makanan camilan, hadir juga. Apabila lapar dan haus, dapat mampir sebentar.

Hal yang menarik, dari sebuah pasar barang loak adalah, seakan suatu barang tetap mempunyai harga dalam minimal fungsi yang bisa di tawarkannya. Meskipun mungkin banyak yang mengatakan bahwa barang tersebut sudah tidak berharga sama sekali, tetapi di dunia yang lain, banyak juga yang masih berkeyakinan utk menawarkannya, dan mungkin saja ada yang mau membeli. Suatu peluang, yang di landasi dengan keyakinan besar, daya juang yang tinggi rasanya. Menunggu bahwa barang ini masih di butuhkan oleh orang lain. Menunggu sehingga dpt dipertukarkan dengan uang, kerangka menyambung hidup.

Beberapa kali saya mendapatkan bahwa pasar ini akan terkena gusur. Beberapa kios kayu yang dulu rapat di pinggir sungai, terkena penertiban. Kena gusur, sehingga pedagang musti memindahkan barang2 dagangan mereka. Hanya, seakan pasar ini tidak pernah dapat di redupkan. Bangunan2 temporer dari kayu muncul kembali, pasar tetap ramai. Kekuatan hidup tdk bisa di matikan begitu saja. Pasar meluas, hingga melebar ke jalan2 besar yang berada di sekitaran area Jembatan Item ini. Dan dari penglihatan saya, pasar ini tidak memberikan impact pada kemacetan meskipun telah melebar dan meluber ke jalanan besar.

Inilah sedikit foto yang saya ambil di pasar barang bekas Jembatan Item, di bulan Mei 2012.

-alan-

Advertisements

About urbantrain
Capturing Jakarta city-Indonesia with my analog photo. Enjoy it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: