Mural Bangka Raya

Ini adalah mural-mural di jalan Bangka Raya, yaitu jalan satu arah, tembusan dari Bangka menuju ke jalan Tendean Mampang. Gambar di mural ini tidak terlalu panjang lukisannya, yaitu di kiri jalan sekitar 15 meter panjang. Sedangkan yang di kanan jalan sekitar hanya sekitar 5 meter panjang. Ada satu segmen mural yang berada di kiri jalan juga, tetapi agak sedikit masuk ke gang, dengan panjang sekitar 5 meter.

Bila memandang mural ini, seakan saya mengandaikan sedang melihat objek-objek yang berada di atas awan, suatu ruang impian. Objek-objek imajiner, dalam frame balutan setengah lingkaran, makhluk yang terbang, background arus air yg berombak tinggi. Antara objek imajiner dalam rupa boneka, dan makhluk hidup dengan tatapan mata yg tidak terarah, yg seakan tiada fokus, tercampur baur dalam kontras yang apik. Tidak ada huruf atau kata, di dalam mural ini yang mencoba ingin mengkomunikasikan apa yang sebenarnya ingin di ungkapkan oleh pelukisnya. Ada kesan, bahwa setiap objek yang di lukis ini ingin memperlihatkan sebuah pemaknaan yg langsung tertuju ke pemandangnya, tanpa harus di komunikasikan dengan huruf atau kata. Tidak ada basis ideologi yang ingin di garap di dalamnya, sebagai penekanan makna dari lukisan mural ini.

Setiap pagi, saat berangkat kerja, saya selalu melewati jalan ini. Terkadang saat antrian mobil yg panjang berderet di jalan ini, membuat konsentrasi mata akan selalu tertuju pada jalan. Sehingga lukisan-lukisan mural ini menjadi terlalaikan. Dia hilang dari pandangan, terlupakan, dan tiada satupun kesan pagi itu pada lukisan2 yang menarik ini. Mungkin pengalaman ini akan sama dengan pengendara2 kendaraan lain yang melewati jalan ini. Konsentrasi pada jalan seakan tidak bisa tergantikan dengan memandang hal yang lain. Jalanan menjadi sebuah sekat kaku. Saat sekat itu ingin di tembus, ada bahaya lain, yaitu mungkin bisa mengalami tabrakan antar pengendara atau menabrak pemakai jalan yg lain.

Saya coba mengabadikannya dengan foto analog, dengan harapan dapat di nikmati dalam suasana yang lain. Atau sebelum hilang, oleh gerusan perubahan kota Jakarta yang begitu cepat.

-alan-

Advertisements

About urbantrain
Capturing Jakarta city-Indonesia with my analog photo. Enjoy it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: