sore perempatan Senen – Jakarta

Senen di waktu sore menjelang malam. Suasana begitu redup. Beberapa lampu penerangan jalan sudah di nyalakan. Lampu-lampu sorot kendaraan mulai hidup. Dan aktivitas manusia di dalamnya terus dan terus berpacu.

Kami berkesempatan untuk memotret Senen sore itu. Beberapa sudut kami lihat begitu menarik, saat mata kami mengitip ke view finder kamera. Menggunakan tripod kami mengabadikan moment di sore itu. Yang sekarang dapat di lihat di foto2 ini.

Jalan yang lengang mungkin hanya beberapa menit. Karena lampu pengatur lalu lintas yang beroperasi mengatur arus kendaraan. Di saat lampu merah, dan mengharuskan kendaraan berhenti, maka di sisi yang lain, jalanan tampak sepi. Seakan memanipulasi bahwa sekitaran area ini begitu sepi dari kendaraan. Ini seakan kontras, saat para pengendara menunggu lampu merah ini. Mereka tampak menyemut tepat di bibir lampu ini. Bergerombol dengan aksesoris para pengendara. Berjaket, sepatu kets di kaki, celana panjang berat, dan pengaman kepala helm. Di sela2 pengendara kendaraan bermotor, mobil pribadi dan umum mengambil ruang yang cukup lebar. Pengendara mobil pribadi mungkin asyik di dalam mobil mereka yang berpendingin AC. Sedangkan pengemudi kendaraan umum terus saja waspada, mengamati penumpang sasaran mrk, di samping mengawasi kendaraan umum lainnya sebagai saingan.

Hal yang unik, adalah poster besar yang di tempel di muka bioskop gurem di Senen ini. Poster2 film Indonesia, yang tidak lepas dari tema horror, seks, dan kehidupan percintaan. Ini adalah salah satu bioskop gurem, Non group 21 atau XXI, yang masih bisa bertahan. Beberapa sudah gulung tikar, berpindah ke bisnis lain yang kiranya menguntungkan. Dengan bergulirnya waktu, bioskop2 gurem ini terlalu sulit untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan keinginan pasar yang begitu cepat berubah. Film2 yang di tawarkan adalah film dengan tema2 yang di sesuaikan dengan keinginan masyarakat pada umumnya. Musti beraroma seks dan horror. Poster di gambar dengan warna saturasi cerah, berwarna-warni, dengan menampilkan adegan2 yang memberikan ransang kuat untuk calon pemirsanya.

Read more of this post