Sepur Senen

Sore menjelang malam, kami menyelusuri rel sepur di daerah Senen. Mungkin temenku ada perasaan jengah, dan gamang, untuk memasukki area ini. Banyak hal awal berkecamuk di pikiran kami, apa sebenarnya yang ada di dalam area tersebut. Karena kami memang jarang, atau belum pernah, masuk dan mencoba berinteraksi di dalamnya. Sehingga segala pikiran2 awal akan sebuah ketercekaman mudah memburu kami.

Di satu sisi, kami hanya ingin mengiyakan bahwa segala hal yang ada di depan kami hanyalah sebuah realita. Tidak mudah untuk membuat intepretasi sehingga dapat memuaskan segala pertanyaan, dan kekosongan dalam pemaknaan nalar kami. Seperti menarik garis merah antara fenomen2, antar objek dan subjek, dan menghubungkannya menjadi sebuah cerita yang di pahami bersama. Kontradiksi antara wawasan awal dan pengertian seketika, memberikan sebuah kesemrawutan. Sehingga kami mudah larut dalam pengertian simpati, dan moralitas sesaat.

Hari mulai redup. Kekuatan kamera analog kecil saya tidak mungkin meng-capture jelas setiap jejak yang berserakkan. Dan di sayangkan juga, beberapa frame musti terbakar karena kesalahan prosedur yang seharusnya tidak terjadi. Dan inilah beberapa foto yang masih tertinggal, yang dapat saya bagi. Meskipun buram, under, tetapi semoga dapat memberikan sebuah tarikan makna baru akan sosialita di sekitar kita.

-alan- Senen 05 Desember 2010.

Advertisements

About urbantrain
Capturing Jakarta city-Indonesia with my analog photo. Enjoy it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: