9 Gereja – Jakarta

Kami melakukan ziarah kecil2an di 9 gereja di Jakarta. Hanya untuk berdoa di depan gua Maria, menghilangkan kelelahan setelah seminggu asyik dengan pekerjaan di kantor. Sembari berputar-putar di dalam kota Jakarta layaknya piknik. Perjalanan ini pun tidak menguras banyak tenaga, karena di lakukan pas hari minggu, saat traffik di dalam kota sedang menurun. Tidak ada kemacetan. Dan jarak antar gereja tidak terlalu jauh. Sehingga perjalanan begitu lancar, meskipun saat mendekati sore, hujan turun begitu lebat di daerah Jakarta selatan. Perjalanan terakhir ke gereja Pasar Minggu tersedat karena banjir.

Kami awali dari gereja Blok-Q, dan misa di sana jam 7 pagi. Gereja Blok-Q yang di bangun dengan batu kali hitam ini memberikan nuansa kokoh, teduh, yang memancarkan dingin yang begitu terasa di permukaan kulit kami. Sebagai gereja di area pemukiman elit kawasan blok-Q, gereja ini begitu elegan rasanya. Ruang misa dengan kesederhanaan perspektif sudutnya, lekuk2 sudut yang praktis, dengan kekayaan ornamen di dindingnya mengambarkan perjalanan salib Yesus. Altar yang di perindah dengan bunga2 fresh berwarna cerah, dan patung Yesus besar tergantung di dinding belakang.

Gereja Blok-Q ini mempunyai 2 gua maria. Gua pertama terlihat patung Maria yang membuka dirinya ke depan, dengan tangan luruh di samping dengan telapak yg terbuka juga ke depan. Kelopak matanya menutup ke bawah, seakan menyiratkan keterdiaman yang begitu dalam, tak tergapai. Dengan hidung lancip memberikan corak Maria bergaya Eropa yang khas. Patung Maria yang berwarna hitam ini, mungkin terbuat dari batu kali atau beton cor hitam, seakan menampilkan ketegaran dalam selimut ketenangan yang mendamaikan. Bunga2 dengan warna cerah, memberikan harmoni tersendiri dengan background hitam Bunda Maria dalam ketenangannya itu. Lilin2 menyala, apinya berwarna kuning. Bau asapnya begitu kentara di hidung kami. Ciri khas bau asap yang pasti akan kami temui di setiap gua Maria manapun.

Gua Maria yang ke dua, adalah patung Maria membopong Yesus. Patung Pieta. Gua Maria ini terletak di sudut belakang. Sebuah ruang kecil yang di batasi oleh diding batu hitam dan bersekat kaca. Ruang sempit yang begitu apik. Patung Pieta warna putih, seakan menonjol di antara background batu kali hitam, api2 kecil dari penyalaan lilin yang berwarna kuning, dan juga warna2 cerah dari bunga2 yang di tempatkan nyempil di sana-sini.

Umat mengunakan 2 gua Maria ini untuk berdoa pribadi secara khusuk. Sekat kaca di kedua gua Maria ini, menjadi sebuah peredam suara sehingga kebisingan yang terjadi saat bubaran gereja tidak menganggu para pendoa ini. Dan inilah foto-foto itu. Klik “Read more of this post”, untuk melihat foto keseluruhan di gereja Blok-Q ini. (bersambung)

Advertisements

About urbantrain
Capturing Jakarta city-Indonesia with my analog photo. Enjoy it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: